Tuesday, April 26, 2011

PENGHULU ISTIGHFAR

Raja Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِي ، وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ ، وَوَعْدِكَ ، مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ، فَإِنَّـهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Ertinya

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang disembah melainkan Engkau. Tuhan yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu dan aku ada dalam perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku aku laksanakan perintah-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan buruk yang aku lakukan kepada-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sedangkan aku senantiasa berbuat dosa. Ampunilah dosaku kerana tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim)

Rasulullah membiasakan membaca doa itu dan beliau menyebutkan sebagai Sayyidul Istighfar atau Raja Istighfar. Bahkan, Rasulullah menegaskan, barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar pada petang hari dan hamba Allah itu meninggal pada malam harinya hingga terbit matahari ia berhak masuk syurga. Barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar pada malam hari, kemudian hamba Allah itu meninggal pada siang hari (mulai matahari terbit hingga terbenamnya) ia berhak masuk syurga.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment